SOP (Standard Operating Procedure) atau Prosedur Operasional Baku merupakan pedoman berupa rangkaian prosedur yang dilaksanakan secara bertahap untuk menjalankan suatu kegiatan. Prosedur yang dijalankan tersebut bersifat standar, sehingga pelaksana pekerjaan pun dapat menjalankan prosedur berdasarkan tahapan yang sudah ditetapkan. Jadi, setiap instansi atau perusahaan harus mempunyai SOP untuk semua kegiatan operasionalnya.

Demikian juga Universitas BSI, sebagai sebuah institusi pendidikan, SOP sangat dibutuhkan bagi seluruh pelaksana pekerjaan mulai dari level atas, menengah hingga level bawah untuk merencanakan kegiatan dengan baik dan benar. Selain itu, SOP berfungsi agar kegiatan akademik dan kegiatan non akademik dapat dijalankan sesuai standar. Menurut Suparni, Ketua Pusat Penjaminan Mutu menyebutkan terdapat 158 SOP baik Akademik dan Non Akademik, dan bisa jadi akan bertambah sesuai dengan kegiatan di masing-masing Unit kerja seperti Rektorat/Fakultas/Biro/Badan/Lembaga/Bagian/Tim/Prodi.

Oleh karena itu, mengingat pentingnya menjalankan SOP tersebut dan demi peningkatan mutu internal dan eksternal di lingkungan Universitas BSI, BPMA (Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi) mengadakan Workshop Penyusunan SOP bagi Unit kerja yang diwakili oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas BSI. Workshop yang dilaksanakan selama 1 hari, 7 Maret lalu, menghadirkan Narasumber Ahmad Al Kaafi dari BPMA. Kegiatan yang berlangsung melalui media Zoom Meeting tersebut dihadiri oleh 125 peserta.

Acara yang diawali dengan pengarahan dari Kepala BPMA, Lita Sari Marita, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar Universitas BSI dapat mewujudkan tata Kelola Universitas yang baik sebagai bagian dari kriteria akreditasi nantinya. Selanjutnya, Warek I Bidang Akademik, Diah Puspitasari pun dalam pengarahannya berpesan kepada para peserta agar mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh, karena peserta yang ditugaskan untuk mengikuti workshop ini nantinya wajib merevisi SOP yang sudah tersedia maupun menyusun SOP yang belum ada sesuai dengan unit kerja masing-masing.

Satu-satunya narasumber Ahmad Al Kaafi mendeskripsikan prosedur menyusun SOP secara gamblang dan jelas disertai dengan contoh pengerjaan. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam ini direspon dengan sangat antusias oleh peserta, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang muncul. Tahap selanjutnya adalah pembagian tim untuk pengerjaan SOP Akademik dan Non Akademik. Terakhir, kegiatan ditutup oleh Lisda Widiastuti sebagai moderator dengan mengingatkan kembali kepada peserta workshop agar menyelesaikan SOP sesuai dengan unit kerja masing masing dengan tenggat dua minggu setelah pelaksanaan kegiatan ini. (admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.